Jadwal dan Bentuk Kegiatan

Rangkaian kegiatan Konferensi Komunikasi Politik 2014 akan dilaksanakan pada :

Hari/Tanggal             : Senin, 27 Oktober 2014

Tempat                     : Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya

Jalan Veteran, No. 1. Malang, Jawa Timur

Adapun bentuk kegiatan Konferensi Nasional Komunikasi Politik 2014 di Universitas Brawijaya merupakan acara tunggal konferensi yang terdiri dari seminar pembuka dan panel dengan masing-masing sub tema yang telah ditentukan. Tema itu adalah:

  1. Lembaga polling dan praktik demokrasi di Indonesia. Perkembangan lembaga polling menjadi gejala baru. Polling telah menjadi salah satu referensi pokok bagi politisimaupun partai politik, juga sebagai basis pengambilan kebijakan dan strategi politik. Namun juga tidak dipungkiri kehadiran lembaga polling menimbulkan perbedaan pandangan. Misalnya ketidak puasan terhadap kerja lembaga polling, isu lembaga polling memenuhi kepentingan pemesan, belum adanya lembaga audit independent, dan sebagainya.
  2. Kedua, konsultan politik dan praktek demokrasi di Indonesia. Peran konsultan politik tidak hanya memberikan strategi politik praktis, tapi juga pendampingan memenangkan kandidat, sehingga dianggap turut berperan dalam proses demokrasi. Konsultan politik turut mewarnai corak perkembangan demokrasi. Sejumlah perdebatan juga telah pernah mengemuka. Misalnya apakah konsultan politik juga dilakukan lembaga polling/survai? Latar belakang disiplin keilmuan konsultan politik, jejak studi komunikasi dalam bidang riset opini publik, dan sebagainya.
  3. Ketiga, media sosial dan praktek demokrasi di Indonesia. Perkembangan media interaktif juga semakin memperjelas bahwa intensitas komunikasi politik kian intensif. Karakter media sosial yang interaktif dan dapat diakses berbagai kalangan dalam stratifikasi yang berbeda telah menunjukkan peran signifikan dalam proses komunikasi politik. Dinamika wacana politik di media sosial telah menjadi salah satu alat ukur untuk membaca tokoh tertentu dan peluang yang dimiliki dalam panggung politik.
  4. Keempat, budaya komunikasi politik di Indonesia. Budaya komunikasi politik juga telah menjadi gejala yang cukup spesifik. Misalnya, peran pemuka pendapat, serta tokoh masyarakat di tengah khalayak juga menjadi penentu keberhasilan suatu praktek komunikasi politik. Keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia memiliki potensi untuk digali kontribusi nilai-nilai lokal bagi pengembangan bidang kajian komunikasi politik yang khas nusantara.

Dalam pelaksanaanya, sebelum acara konferensi dilakukan dalam diskusi panel perbidang kelompok, diselenggarakan terlebih dulu seminar pembuka konferensi. Adapun pembicara dalam seminar pembuka ini adalah:

  1. Kuskridho Ambardi, Ph.D. Pembicara di bagian ini akan memaparkan perkembangan mengenai eksistensi lembaga survai politik baik perkembangan di Negara–negara maju maupun di Indonesia. Kemudian keterkaitan bidang survai politik dengan Ilmu Komunikasi, evaluasi kontribusi lembaga survai politik di Indonesia bag ipembangunan demokrasi, serta agenda mewujudkan lembaga survai politik yang seha tbagikehidupan demokrasi di Indonesia.
  2. Anang Sujoko, D.COMM. Pembicara di bagian ini akan mengulas dan mengidentifikasi potens inilai–nilai budaya lokal di Indonesia terkait praktik komunikasi politik yang khas dan sesuai dengan karakter nusantara. Potensi ini digali untuk merumuskan model komunikasi politik berbasis budaya Indonesia. Termasuk melakukan avaluasi kritis terhadap praktek komunikasi politik di Indonesia dari aspek pendekatan budaya Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *